Minggu, 13 Maret 2016

Penalaran

Penalaran adalah proses berfikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi. Proposis-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proposisi inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Ciri-ciri penalaran :
-          Adanya suatu pola pikir yang secara luas disebut dengan logika.
-          Sifat analitik dari proses berfikir. Analisa pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berfikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.
-          Menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan, atau sikap yang baru.
-          Premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah di peroleh.
Tujuan dari penalaran adalah untuk menentukan secara logis apakah yang kita lakukan itu benar atau tidak sehingga dapat dilaksanakan.

Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah. Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai tiga unsur yakni :
1.      Subyek, perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orang, benda, tempat, atau perkara.
2.      Predikat, adalah perkara yang dinyatakan dalam subyek.
3.      Kopula, adalah kata yang menghubungkan subjek dan predikat.
Banyak pemikir modern berpikir bahwa “pernyataan” dan “proposisi” adalah sinonim, atau paling tidak seharusnya sama.
Jenis-jenis proposisi :
Berdasarkan bentuknya, proposisi dapat dibagi 2, yaitu :
1.      Proposisi tunggal, adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat atau hanya mengandung satu pernyataan.
2.      Proposisi majemuk atau jamak, adalah proposisi yang terdiri dari satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Berdasarkan sifatnya, proposisi dibagi kedalam 2 jenis, yaitu :
1.      Kategorial, adalah proposisi yang hubungan antara subjek dan predikatnya tidak membutuhkan atau memerlukan syarat apapun.
2.      Kondisional, adalah proposisi yang membutuhkan syarat tertentu didalam hubungan subjek dan predikatnya. Proposisi kondisional dapat dibagi lagi kedalam 2 jenis yaitu :
a.       Kondisional hipotesis.
b.      Disjungtif.
Berdasarkan kualitas proposisi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1.      Positif, adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antar subjek dan predikat.
2.      Negative, adalah proposisi yang menyatakan bahwa antara subjek dan predikat tidak mempunyai hubungan.
Berdasarkan kuantitas, proposisi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
a.       Umum, predikat proposisi membenarkan atau mengingkari seluruh objek.
b.      Khusus, predikat proposisi hanya membenarkan atau mengingkari sebagian subjeknya.

Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal dari kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar. Kesimpulan yang ditarik juga disebut sebagai idiomatik. Hukum valid inference dipelajari dalam bidang logika.
Inferensi manusia (yaitu bagaimana cara manusia menarik kesimpulan) secara tradisional dipelajari dalam bidang psikologi kognitif, kecerdasan buatan para peneliti mengembangkan sistem inferensi otomatis untuk meniru inferensi manusia. Inferensi statistic memungkinkan untuk kesimpulan dari data kuantitatif.
Implikasi bisa kita definisikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi atas temuan hasil suatu penelitian. Akan tetapi secara bahasa memiliki arti sesuatu yang telah tersimpul di dalamnya. Di dalam konteks penelitian sendiri, implikasi bisa di lihat. Apabila dalam sebuah penelitian kita mempunyai kesimpulan misalnya "A", "Manusia itu bernafas". Maka "Manusia itu bernafas" yang kita sebut dengan implikasi penelitian. Untuk contohnya, dalam hasil penelitian kita menemukan bahwa siswa yang di ajar dengan metode "A" lebih kreatif serta memiliki skill yang lebih baik. Dengan demikian dengan menggunakan metode belajar "A" kita bisa mengharapkan siswa menjadi lebih kreatif dan juga memiliki skill yang baik. Setelah itu perlu juga untuk dihubungkan dengan konteks penelitian yang telah kita bangun. Contohnya, sampelnya kelas berapa? seperti apa karakteristik sekolah? ada berapa sampel? dan lain-lainnya. Nah, memang sudah seharusnya implikasi penelitian di lakukan secara spesifik layaknya karakteristik di atas.

Wujud Evidensi Adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi juga sering disebut bukti empiris. Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Kita mungkin mengartikannya sebagai "cara bagaimana kenyataan hadir" atau perwujudan dari ada bagi akal". Misal Mr.A mengatakan "Dengan pasti ada 301.614 ikan di bengawan solo", apa komentar kita ? Tentu saja kita tidak hanya mengangguk dan mengatakan "fakta yang menarik". Kita akan mengernyitkan dahi terhadap keberanian orang itu untuk berkata demikian. Tentu saja reaksi kita tidak dapat dilukiskan sebagai "kepastian", Tentu saja kemungkinan untuk benar tidak dapat di kesampingkan, bahwa dugaan ngawur atau ngasal telah menyatakan jumlah yang persis. Tetapi tidak terlalu sulit bagi kita untuk menangguhkan persetujuan kita mengapa ? Karena evidensi memadai untuk menjamin persetujuan jelaslah tidak ada. Kenyataannya tidak ada dalam persetujuan terhadap pernyataan tersebut. Sebaliknya, kalau seorang mengatakan mengenai ruang di mana saya duduk, "Ada tiga jendela di dalam ruang ini," persetujuan atau ketidak setujuan saya segera jelas. Dalam hal ini evidensi yang menjamin persetujuan saya dengan mudah didapatkan. Dalam wujud yang paling rendah. Evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang di peroleh dari suatu sumber tertentu. ·

Cara menguji data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut : 
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas ·

Cara menguji fakta Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil :
1. Konsistensi
2. Koherensi ·

Cara menilai autoritas Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak mengandung prasangka
2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran dan prestise
4. Koherensi dengan kemajuan

Penalaran sangat penting dan sangat erat kaitannya dengan penulisan ilmiah. Karena untuk mengetahui hipotesis-hipotesis yang kita buat apakah benar atau tidak maka harus dilakukan pendekatan yaitu dengan penalaran. Sehingga setelah dilakukan penalaran, hipotesis-hipotesis yang dibuat akan tervalidasi sehingga akan mendukung materi yang diangkat. Jadi, penalaran sangat berpengaruh terhadap ketepatan dan juga kebenaran dari hal atau materi yang diangkat dalam penulisan ilmiah.






Daftar Pustaka :
- http://id.wikipedia.org
https://hadi27.wordpress.com/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah/

Senin, 09 November 2015

diksi

Iklan atau formalnya pariwara adalah promosi benda seperti barang, jasa, tempat usaha, dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Manajemen pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, hubungan masyarakat, penjualan, dan promosi penjualan.
Yang akan saya bahas pertama adalah iklan rokok. Banyak orang yang bertanya, “kenapa kok iklan rokok gak ada rokoknya? “. Ya karena itu merupakan peraturan pemerintah untuk setiap iklan rokok. Jika kita tonton, maka justru yang ditampilkan dalam iklan tersebut adalah hal-hallain yang jauh sekali dari rokok seperti petualangan, humor, bahkan sampai pesan-pesan yang aneh yang mungkin tidak semua orang dapat memahaminya. Lalu akan timbul pertanyaan lagi “Bagaimana iklan ini bisa efektif jika produk rokoknya tidak dibahas? “. Ya, mungkin saja didalam iklan-iklan rokok tersebut mengandung pesan-pesan tersendiri yang bagi para perokok, mereka bisa mencerna apa maksud dan tujuan dari iklan tersebut.
Contohnya apakah anda pernah mendengar kalimat “Fine cut for fine taste”? Umumnya, perokok akan tahu maksud dari kalimat ini. Yaitu, karena rokok terbuat dari tembakau dan cengkeh yang dipotong-potong, maka maksud dari fine cut disini adalah pemotongan bahan-bahan tersebut dengan baik sehingga akan menghadirkan rasa yang enak. Jadi kita tahu maksud dari iklan ini adalah menerangkan keunggulan produk mereka yaitu proses pemotongan bahan-bahan baku rokok dengan baik.
Selanjutnya adalah slogan dari iklan coklat yaitu kalimat “Gede sih, tapi rela bagi-bagi?”. Yang berarti bahwa produk tersebut jumlahnya besar, tapi apakah anda rela membagi-bagikannya?. Jadi maksud kalimat ini adalah menerangkan bahwa produk ini mempunyai isi yang lebih banyak atau besar. Dan dengan ada kalimat “Tapi rela bagi-bagi?” ini secara tidak langsung menerangkan bahwa produk ini sangat enak sehingga sang pemilik seakan tidak rela membagi sedikit saja kepada orang lain.
Dari iklan minuman sereal “Minum makanan bergizi”. Yang berarti jika anda meminum produk ini sama saja anda telah memakan makanan bergizi. Lalu kenapa bahasanya seperti itu, yang mengartikan anda meminum makanan yang bergizi?, ini karena minuman sereal ini cukup mengenyangkan sehingga jika kita minum, rasanya kita kenyang seperti habis makan.



Sumber:
http://wikipedia.org
http://www.kompasiana.com/ahmad.hemat.perkasa/iklan-rokok-kok-nggak-ada-rokoknya_5517a2b2a333117e07b65f9c

  

Minggu, 18 Oktober 2015

Kesetiaan Terhadap Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang juga merupakan identitas dari bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa yang mempersatukan berbagai suku dan budaya yang ada di nusantara. Maka dari itu, peran bahasa Indonesia dalam perjalanan Bangsa ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, masyarakat terutama generasi muda Indonesia perlu diajarkan kesadaran untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan pertukaran informasi yang semakin pesat juga masuknya budaya – budaya dari barat membuat remaja – remaja di Indonesia menjadi kurang melestarikan bahasa Indonesia dengan baik.

Kesetiaan terhadap bahasa Indonesia adalah suatu sikap yang menunjukkan rasa bangga dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dibandingkan menggunakan bahasa asing atau kata yang bukan berasal dari bahasa Indonesia. Misalnya dalam penggunaan bahasa Indonesia asli atau yang sudah lebih dahulu ada bukan serapan yang berasal dari bahasa asing. Namun, pada kenyataannya sekarang banyak orang lebih memilih untuk menggunakan bahasa asing karena dianggap lebih bergengsi, dan juga orang yang berbahasa asing mempunyai gengsi sosial tersendiri.

Menurut saya, rasa kesetiaan terhadap bahasa Indonesia harus ditumbuhkan sendiri di setiap pribadi. Namun, untuk mewujudkannya tentu perlu dukungan dari lingkungan terutama media informasi seperti televisi. Karena, konten-konten dari televise sendirilah yang banyak menjadi kiblat bagi masyarakat terutama kawula muda. Dengan menumbuhkan tekad yang kuat dari dalam diri sendiri dan didukung oleh lingkungan serta media informasi yang baik dan bahkan bisa mengajak masyarakat Indonesia untuk setia, melestarikan, dan juga menggunakan bahasa Indonesia dengan sebagaimana mestinya, saya yakin bahasa Indonesia akan mendapat tempat tertinggi di Indonesia sebagai bahasa mereka untuk berkomunikasi dengan sesama.


Jumat, 24 Juli 2015

Bisnis Parcel Di Bulan Ramadhan


Ketika bulan ramadhan terutama saat akan mendekati lebaran, bisnis parcel semakin menggiurkan. Banyak orang berdatangan untuk membeli parcel sebagai hadiah atau sarana untuk bersilaturahmi. Karena banyak orang yang memesan parcel terutama dari luar pulau untuk diberikan kepada saudaranya didekat tempat parcel tersebut. Sebagai contoh orang yang tinggal di Kalimantan akan membeli parcel didaerah jakarta untuk diberikan kepada keluarga atau kerabatnya yang ada didaerah jakarta. Maka dari itu, bisnis parcel di bulan ramadhan ini sangat perpeluang besar.

Makanan atau barang-barang yang ada didalam parcel tersebut kebanyakan adalah barang-barang yang sering kita jumpai di supermarket atau warung-warung dengan harga yang relatif murah. Namun, setelah dibungkus dengan cantik, barang-barang tersebut jadi mempunyai nilai jual yang lebih. Terutama pada saat-saat jelang lebaran, permintaan konsumen untuk parcel semakin melonjak naik.

Pedagang parcel sendiri ketika bulan puasa semakin banyak. Dari yang berjualan di pinggir jalan sampai jang berjualan online. Membeli parcel merupakan pillihan atau cara praktis untuk memberikan hadiah lebaran karena tidak perlu repot dan bisa langsung dikirimkan ke tempat tujuan. Terutama dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, berbelanja parcel menjadi lebih mudah dan efisien. Dengan berbagai macam pilihan dan tersebar di berbagai tempat, maka konsumen dengan leluasa bisa memilih parcel yang diinginkannya.



Berita Organisasi Di Bulan Ramadhan :

Berita 1
Berita 2
Berita 3
Berita 4
Berita 5

Syiar Ramadan, KPI Daerah Riau Ajak Organisasi Dakwah Sampaikan Materi Literasi Media

Bulan Ramadan ini tidak disia-siakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Riau untuk menabur kebajikan di tengah masyarakat dengan mengundang organisasi dakwah diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Majelis Dakwah Islamiya (MDI), Ikatan Masjid Indonesia (IKMI) dan Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (KPMDI) serta Pengurus Wilayah Muhammadiyah.

Pertemuan yang dilangsungkan kemarin untuk merumuskan metode penyampaian materi literasi media melalui ceramah-ceramah agama pada bulan Ramadan 1436 Hijriah. Sesuai tujuannya, kegiatan yang diberi nama Diskusi Ahli ini mengangkat tema 'Menyertakan Literasi Media Dalam Materi Dakwah dan Ceramah pada Bulan Ramadhan'.

Menurut Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Daerah Riau Tatang Yudiansyah, literasi media itu mengajak masyarakat agar cerdas dalam memilih tayangan mana yang layak ditonton dan tayangan mana yang tidak pantas untuk dikonsumsi masyarakat terutama anak-anak.

"Kami menggandeng organisasi dakwah ini agar dalam penyampaian materi ceramah dan dakwah terutama pada bulan Ramadan ini dapat menyertakan materi literasi media," kata Tatang.

Menurut dia, mubaligh punya metode penyampaian yang khas dan jurus-jurus yang jitu agar masyarakat dapat menerima pesan dengan baik. Dengan harapan masyarakat menjadi cerdas dan kritis terhadap tayangan atau tontonan, terutama yang tidak mendidik.

Itikad baik KPI Daerah Riau ini mendapat respon positif dari MDI Kota Pekanbaru. Sekretaris MDI Dr Erman Gani menyambut gagasan KPI tersebut dan akan menyertakan materi literasi pada santapan rohani Ramadhan kedepan.

"MDI kota Pekanbaru sejatinya telah menyusun tema ceramah untuk satu bulan penuh, literasi media ini akan kami gabungkan ke dalam tema dampak negatif teknologi yang tema tersebut akan disampaikan oleh para mubaligh pada malam ke-18 Ramadan atau pada tanggal 4 Juli besok," jelasnya.

Dikatakan Erman, hal ini merupakan amal jariyah KPI Daerah Riau, karena sekitar 400 masjid yang ada di Kota Pekanbaru dengan puluhan ribu jamaah Insyaallah akan mendapatkan pemahaman tentang literasi media dalam tausiyah Ramadan pada tanggal tersebut.

Sementara Sekretaris MUI Provinsi Riau Zulhusni Domo juga mengapresiasi terhadap langkah KPI Riau yang menggandeng organisasi dakwah dalam menyampaikan tugas-tugas pokok dan fungsi.

"Saya optimis akan semakin banyak masyarakat mendpat pembekalan tentang literasi media melalui metode ini. Kami akan mengajak MUI di kabupaten dan kota untuk menyampaikan materi ini, sebab tayangan negatif di televisi itu sangat berdampak bagi masyarakat," gagas Zulhusni.


Sumber :
http://www.goriau.com/berita/umum/syiar-ramadan-kpi-daerah-riau-ajak-organisasi-dakwah-sampaikan-materi-literasi-media.html

Organisasi Wanita Inhil Gelar Pesantren Kilat

Tembilahan (Lensa Indragiri. Com)  Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang bekerjasama dengan Badan Konta Majelis Ta'lim (BKMT), Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Koordinator Kesejahteraan Keluarga Sosial (K3S) Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan pesantren Kilat Bulan Ramadhan 1436 H yang di pusatkan di Mesjid Raya Al-Huda Tembilahan.


Pada saat pembukaan turut di hadiri Bupati HM.Wardan, Unsur Forkopimda, Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab  Inhil, Organisasi Wanita yang ada di Kabupaten Inhil serta Anak Yatim dan kaum Dhuafa, Minggu Pagi (28/6/2015).  

Kegiatan Pesantren Kilat Bulan Ramadhan 1436 H yang mengambil mengangkat tema; Kita tingkatkan ukhuwah islamiyah serta amal ibadah kita untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Juga di awali dengan shalat Dhuha dan Shalat Tasbih secara berjamaah yang di sejalankan dengan penyerahan bingkisan kepada Kaum Dhuafa dan Anak Yatim. 

Dalam sambutannya Bupati HM.Wardan mengatakan, atas Pemerintah  Kabupaten Indragiri Hilir menyampaikan penghargaan setingginya kepada organisasi wanita yang ada di Wilayah Kabupaten Inhil dalam melaksanakan berbagai kegiatan pesantren Kilat ini.

" Maka tentunya saya menilai sangat penting sekali dan amat berharga dengan di laksanakannya kegiatan sosial dan pesantrean kilat," sebut bupati. 
Beliau berharap kepada seluruh kepala dinas dan badan dan masyarakat  yang hadir di dalam mesjid, merupakan orang yang terpanggil untuk melaksanakan shalat Dhuha dan Shalat Tasbih secara berjmaah supaya menjadi orang bertakwa. 

Kedepan Bupati HM.Wardan menyampaikan kepada Camat dan Dinas Sosial untuk data betul kaum Dhuafa dan anak Yatim agar sentuhan program tapat pada sasarannya, karena kita tidak memperhatikan hanya sekali Se Tahun saja Yaitu Idul Fitri saja ini tidak cukup, tetapi bagaimana 11 bulan kedepannya. 

Sambutan Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Kegiatan ini tentunya kita disamping menjalin silahturahim juga meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan mudah-mudahan juga kita mendapat berkah dan ketakwaan oleh Allah SWT pada bulan suci Ramadhan ini. 
  
Pada kesempatan ini juga diisi Ceramah oleh Al-Ustadz khusairi yang dalam tausiahnya menyampaikan keutamaan shalat Dhuha dan shalat Tasbih.  

selanjutnya penyerahan bingkisan kepada Kaum Dhuafa sebanyak 200 orang dan anak yatim sebanyak 200 orang yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati dan Ketua TP PKK kepada perwakilan kaum Dhuafa dan Anak Yatim. 


Sumber :
http://www.lensaindragiri.com/view/Kepemerintahan/28701/Organisasi-Wanita-Inhil-Gelar-Pesantren-Kilat.html#.VbJqaKSqqko

Sambut Ramadhan, Sejumlah Organisasi Pemuda Buka Rumah Ta’jil

indopos.co.id – Ramadhan adalah bulan yang istimewa, Ramadhan bulan yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang. Di bulan ini, Allah SWT membuka lebar-lebar pintu dimana kita bisa membersihkan dosa dan kesalahan yang telah dilakukan dan untuk melewatinya kita harus melakukan puasa Ramadhan sebulan penuh dengan landasan iman dan ikhlas.
Di bulan Ramadhan ini, kata Takjil (Ta’jil) mulai ramai terdengar menjelang dan selama bulan puasa ber langsung, menjadi berita seputar ramadhan di semua media, entah itu elektronik, cetak maupun online. Hingga menjadi trending topic twitter di indonesia tiap menjelang sore hari.
Ta’jil mempunyai makna dalam bahasa Indonesia yang berarti “penyegaran”, kata takjil sendiri merupakan serapan dari bahasa arab, yakni berasal dari kata “Ta’jil” yang mempunyai arti penyegaran. Kata Takjil (Ta’jil) atau penyegaran itu sendiri bermaknakan melakukan penyegaran saat membatalkan puasa dengan cara memakan makanan kecil. Seperti yang di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan melakukan takjil (penyegaran) sebelum melakukan sholat magrib, yaitu berbuka puasa dahulu dengan kurma atau air putih.
Terkait hal ini, organisasi yang berhimpun didalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memanfaatkan momen bulan suci Ramadhan untuk saling berbagi dengan sesama. Selama bulan Ramadhan, Organisasi yang berhimpun di KNPI yang terdiri dari Warga Jaya Indonesia (WJI), Presidium Pemuda Indonesia (PPI), Gerakan Pemuda Indonesia (GPI), Ikatan Putra Putri Indonesia (IPI), dan Persatuan Pemuda Anak Bangsa (PPAB) ini mengadakan kegiatan yakni membuka Rumah Ta'jil.
Rudy Darmawanto, SH, Koordinator Rumah Takjil, yang ditemui indopos.co.id mengatakan, Rumah Ta'jil diadakan sebagai perwujudan kepedulian antar sesama, terlebih didalam Ramadhan ini. Hal ini, kata Rudy, dimaksudkan untuk memberikan rasa solidaritas antar sesama anak muda jakarta dan diperuntukkan bagi masyarakat umum dan musafir yang sedang berpuasa.
"Rumah Ta'jil kami adakan pada Ramadhan tahun ini sebagai wujud kepedulian antar sesama. Ini juga menunjukkan bahwa solidaritas antar sesama anak muda Jakarta makin terjalin," kata Rudy, Selasa (23/6).
Rudy menambahkan, Rumah Ta'jil ini diadakan sejak tanggal 20 Juni hingga 15 Juli mendatang dan bertempat di Sekretariat Bersama Pemuda Jakarta di Jalan Balap Sepeda 1, Rawamangun, Jakarta Timur.


Sumber :
http://www.indopos.co.id/2015/06/sambut-ramadhan-sejumlah-organisasi-pemuda-buka-rumah-tajil.html