Jumat, 24 Juli 2015

Desain & Struktur Organisasi

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.

a.         Formalisasi mengacu derajat di mana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan/pekerjaan di dalam organisasi.

b.        Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat di mana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak.

c.         Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya.

Departementalisasi

Departementalisasi adalah upaya mengelompokan aktivitas pekerjaan sehingga aktivitas-aktivitas dan hubungan yang serupa dan logis dapat diselenggarakan secara serempak. Divisi tenaga kerja menghasilkan spesialis yang memerlukan koordinasi. Koordinasi ini difasilitasi dengan mengelompokkan para spesialis bersama-sama dalam sejumlah departemen.

Terdapat dua dasar departementalisasi adalah:

a.         Departementalisasi Fungsional

Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan (tugas) sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- fungsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen puncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan yaitu struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif.

b.        Departementalisasi Divisional

Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah, kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah, regional atau geografis adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat di mana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya. Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci yaitu meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat, merempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas, dan tempat latihan yang baik bagi para manajer strategik. Kelemahan-kelemahan struktur organisasi divisional antara lain adalah masalah duplikasi sumber daya dan peralatan ang tidak perlu, dan dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi.

Model-model Desain Organisasi

Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Model organisasi berdasarkan atas desain organisasi menurut Gibson (1994) ada 2 macam yaitu:

a.         Model organisasi mekanistik

Model organisasi mekanistik yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungsi pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan pemahaman model mekanistik yaitu:
-          Prinsip Spesialisasi -> Sarana terbaik untuk mendayagunakan tenaga individu & kelompok
-          Prinsip kesatuan arah ->  Semua pekerja dikelompokkan berdasarkan keahlian
-          Prinsip Wewenang & Tanggung jawab -> Manager harus mendapatkan wewenang  cukup untuk melaksanakan tanggung jawabnya
-          Prinsip rantai scalar -> susunan vertical pendelegasian wewenang dalam sebuah organisasi

b.        Model organisasi organik

Model organisasi organik menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.
Model organisasi organik kontras dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari kriteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.



Tabel Perbedaan Model Mekanistik dan Organik

No.
Model Organisasi Mekanistik
Model Organisasi Organik
1
Proses
kepemimpinan

tidak
Proses



kepemimpinan

mencakup
persepsi
tentang
mencakup

persepsi
tentang

keyakinan
dan
kepercayaan.
keyakina
dan
kepercayaan

Bawahan
merasa
tidak
bebas
antara
atasan
dan
bawahan

mendiskusikan masalah dengan
dalam
segala

persoalan.

atasan.







Bawahan

merasa

bebas









mendiskusikan masalah dengan









atasan.






2
Proses

motivasi

hanya
Proses
motivasi
berusaha

menyadap
motif

fisik,
rasa
menimbulkan motivasi melalui

aman, dan ekonomik
melalui
metode partisipasi.



perasaan takut dan sanksi.







3
Proses komunikasi berlangsung
Proses komunikasi berlangsung

sedemikian
rupa
sehingga
sedemikian

rupa
sehingga

informasi
mengalir
ke
bawah
informasi

mengalir
secara

cenderung
terganggu,

tidak
bebas
ke
seluruh
organisasi

akurat, dan dipandang dengan
yaitu  ke  atas,  kebawah  dan

rasa curiga.





kesamping.





4
Proses

interaksi

bersifat
Proses interaksi bersifat terbuka

tertutup dan terbatas.


dan ekstensif.



5
Proses pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan

hanya terjadi di tingkat puncak.
dilaksanakan

di

semua









tingkatan

melalui

proses









kelompok.





6
Proses
penyusunan
tujuan
Proses
penyusunan
tujuan

dilakukan
di
tingkat
puncak
mendorong



timbulnya

organisasi
tanpa

mendorong
partisipasi

kelompok
untuk

adanya partisipasi.




menetapkan sasaran yang tinggi
7
Proses kendali dipusatkan dan
Proses
kendali
menyebar  ke

menekankan




upaya
seluruh


organisasi
dan

memperhalus
kesalahan
atas
menekankan

pemecahan

kekeliruan
yang terjadi.

masalah dan pengendalian diri









sendiri.









Perubahan & Pengembangan Organisasi

Manajer senatiasa harus mengantisipasi perubahan-perubahan dalam lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian-penyesuaian disain organisasi diwaktu yang akan datang..
Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat disebabkan oleh kekuatan internal dan kekuatan eksternal. Berbagai kekuatan eksternal dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan operasinya. Sedangkan perubahan dari faktor internal seperti tujuan, kebijakan manajer, sikap karyawan, strategi dan teknologi baru juga dapat merubah organisasi

Kekuatan-kekuatan perubahan eksternal, meliputi :
o  Kebudayaan
o  Pendidikan
o  Sosial
o  Politik
o  Ekonomi
o  Teknologi

Kekuatan-kekuatan perubahan internal, meliputi :
o  Kegiatan-kegiatan karyawan
o  Tujuan organisasi
o  Strategi dan kebijaksanaa
o  Teknologi

Cara-cara Penanganan Perubahan

Ada dua pendekatan penanganan perubahan organisasi:

1.      Proses perubahan reaktif. Manajemen bereaksi atas tanda-tanda bahwa perubahan dibutuhkan, pelaksanaan modifikasi sedikit demi sedikit untuk menangani masalah tertentu yang timbul. Sebagai contoh, bila peraturan baru dari pemerintah mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran, maka manajer mungkin akan membeli alat pemadam kebakaran.
2.      Program perubahan yang direncanakan (planned change), disebut sebagai proses proaktif. Manajemen melakukan berbagai investasi waktu dan sumberdaya lainnya yang berarti untuk menguibah cara-cara operasi organisasi. Perubahan yang direncanakan ini didefinisikan sebagai perancangan dan implementasi inovasi struktural, kebijaksanaan atau tujuan baru, atau suatu perubahan dalam filsafat, iklim dan gaya pengoperasian secara sengaja. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan organissi, atau sebagian besar satuan organisasi, harus menyiapkan diri untuk atau menyesuaikan dengan perubahan.

Penolakan Terhadap perubahan

Penanganan penolakan terhadap perubahan:
1.      Pendidikan dan Komunikasi.
Biasa digunakan bila ada kekurangan informasi atau ketidakpastian informasi dan analisis.
2.      Partisipasi dan Keterlibatan.
Biasa digunakan bila pengambilan inisiatif tidak mempunyai semua informasiyang dibutuhkan umtuk merancang perubahan dan oranglain mempunyai kekuasaan untuk menolak.
3.      Kemudahan dan Dukungan.
Biasa dilakukan bila orang – orang pendakkan karna masalah – masalh adaptasi atau penyesuaian.
4.      Negosiasi dan Persetujuan.
Biasa digunakan bila banyak dari orang atau kelompok dengan kekuatan cukup besar untuk menolak akan kalah dalm suatu perubahan.
5.      Manipulasi dan Bekerjasama.
Biasa digunakan bila taktik – taktik lain dirasa kurang bekerja maksimal dan di sisi lain biaya atau cost yang dikeluarkan besar .
6.      Paksaan eksplisit dan implisit.
Biasa digunakan bila kecepatan adalah hal yang paling penting dan para pengusul mempunyai kekuasaan yang besar.


Proses pengelolaan perubahan harus mencakup dua gagasan dasar untuk mencapai efektifitas organisasi. Pertama ada restribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, kedua restribusi ini dihasilkan dari proses perubahan yang bersifat pengembangan.

Tahap-tahap proses perubahan :

1. Tekanan dan desakan
Proses ini dimulai ketika manajemen puncak mulai merasa adanya kebutuhan atau tekanan akan perubahan. Misalnya ada perubahan penjualan, penurunan produktivitas dan sebagainya.
2. Intervensi dan reorientasi
Digunakan untuk merumuskan masalah dan memulai proses dengan membuat para anggota organisasi memusatkan perhatiannya pada masalah tersebut. Pihak-pihak luar sering digunakan, juga staff internal yang dipandang ahli serta dapat dipercaya sebagai konsultan atau pengantar perubahan.
3. Diagnosa dan pengenalan masalah
Informasi dikumpulkan dan dianalisa mana yang penting dan mana yang tidak penting.
4. Penemuan dan komitmen pada penyelesaian
Pengantar perubahan mencoba menyelesaikan masalah-masalah yang diketemukan dan masuk akal dengan menghindari metode-metode lama yang sama. Bawahan didorong dan diajak untuk berpartisipasi, sehingga mereka lebih terikat pada serangkaian kegiatan.
5. Percobaan dan hasil
Pada tahap keempat diuji dalam program-program yang berskala kecil dan hasilnya dianalisa.
6. Pungutan dan penerimaan
Setelah diuji dan sesuai dengan keinginan, harus diterima secara sukarela dan harus menjadi sumber penguatan dan menimbulkan keterikatan pada perubahan.




Sumber :
1. http://nikotrileksono.tumblr.com/post/47682796982/perubahan-dan-pengembangan-organisasi
2. http://rnurinaramadhani.blogspot.com/2011/01/perubahan-dan-pengembangan-organisasi_09.html

Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
Budaya organisasi adalah aturan kerja yang ada di organisasi yang akan menjadi pegangan dari sumber daya manusia dalam menjalankan kewajibannya dan nilai-nilai untuk berperilaku dalam organisasi. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam perilaku dan sikap mereka sehari-hari selama mereka berada dalam organisasi tersebut dan sewaktu mewakili organisasi berhadapan dengan pihak luar. Dengan kata budaya organisasi mencerminkan cara staf melakukan sesuatu (membuat keputusan, melayani pasien, dan lain-lain) yang dapat dilihat kasat mata dan dirasakan terutama oleh orang diluar organisasi tersebut.

Fungsi Budaya Organisasi
Budaya organisasi menurut Tika (2006) memiliki beberapa fungsi yaitu:

1.                  Sebagai batas pembeda terhadap lingkungan, organisasi maupun kelompok lain. 
2.                  Sebagai perekat bagi staf dalam suatu organisasi.
3.                  Mempromosikan stabilitas sistem sosial.
4.                  Sebagai mekanisme kontrol dalam memadu dan membentuk sikap serta perilaku staf.
5.                  Sebagai integrator.
6.                  Membentuk perilaku bagi para staf.
7.                  Sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah-masalah pokok organisasi.
8.                  Sebagai acuan dalam menyusun perencanaan perusahaan.
9.                  Sebagai alat komunikasi.
10.              Sebagai penghambat berinovasi. 
Robbins (2008) menyatakan bahwa budaya organisasi mempunyai beberapa fungsi dalam organisasi yaitu memberi batasan untuk mendefinisikan peran sehingga memperlihatkan perbedaan yang jelas antar organisasi, memberikan pengertian identitas terhadap sesuatu yang lebih besar dibandingkan minat anggota organisasi secara perorangan, menunjukkan stabilitas sistem sosial, memberikan pengertian dan mekanisme pengendalian yang dapat dijadikan pedoman untuk membentuk sikap dan perilaku anggota organisasi dan pada akhirnya budaya organisasi dapat membentuk pola pikir dan perilaku anggota organisasi.

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh kedua belah pihak, baik organisasi maupun para anggotanya. Manfaat tersebut adalah memberikan pedoman bagi tindakan pengambilan keputusan, mempertinggi komitmen organisasi, menambah perilaku konsistensi perilaku para anggota organisasi danmengurangi keraguan para anggota organisasi, karena budaya memberitahukan pada mereka sesuatu dilakukan dan dianggap penting (Mangkunegara, 2007).

Pembentukan Budaya Organisasi
Robbins (2008) berpendapat bahwa dibutuhkan waktu yang lama untuk pembentukan budaya organisasi. Sekali terbentuk, budaya itu cenderung berakar, sehingga sukar bagi para manager untuk mengubahnya.
Dari gambar diatas, dapat dilihat bahwa budaya organisasi diturunkan dari filsafat pendiri, kemudian budaya ini sangat mempengaruhi kriteria yang digunakan dalam merekrut/ mempekerjakan anggota organisasi. Tindakan dari manajemen puncak menentukan iklim umum dari perilaku yang dapat diterima baik dan tidak. Tingkat kesuksesan dalam mensosialisasikan budaya organisasi tergantung pada kecocokan nilai-nilai staf baru dengan nilai-nilai organisasi dalam proses seleksi maupun pada preferensi manajemen puncak akan metode-metode sosialisasi.





Daftar Pustaka :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_organisasi
2. http://www.kajianpustaka.com/2014/06/fungsi-dimensi-pembentukan-budaya-organisasi.html

Senin, 04 Mei 2015

Peran Komunikasi dalam Organisasi


- Definisi Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

-Komponen Komunikasi

Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
  • Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
  • Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
  • Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
  • Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
  • Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
  • Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

Peran komunikasi didalam sebuah organisasi sangatlah penting. Karena, didalam setiap organisasi pasti dibutuhkan kesatuan tekad dan tujuan dalam menentukan arah dari organisasi itu sendiri. Jika setiap individu didalam sebuah organisasi tidak dapat berkomunikasi untuk dapat menyatukan pendapat, maka sudah pasti akan menjadi sebuah hambatan yang sangat besar bagi kelangsungan organisasi tersebut.
Sementara itu, komunikasi juga dibutuhkan bukan hanya didalam sebuah organisasi atau internal. Tapi, komunikasi yang baik juga diperlukan untuk membawa sebuah organisasi tersebut kedalam masyarakat dan diperlukan komunikasi yang baik sehingga masyarakat mengetahui apa maksud serta tujuan yang akan dijalankan oleh sebuah organisasi agar masyarakat pun mendukung atau bahkan ikut membantu jalannya kelangsungan kegiatan organisasi yang dilakukan.
Dalam sebuah organisasi, komunikasi dari atas ke bawah harus terjalin dengan sangat baik. Ini sangatlah penting agar menghindari terjadinya ‘pembangkangan’ dari bawahan kepada atasannya. Dan agar terjadi pertukaran pendapat yang baik, maka diperlukan komunikasi dua arah sehingga anggota pun ikut terlibat dalam jalannya organisasi.
Maka bisa dikatakan komunikasi yang baik didalam sebuah organisasi baik di lingkungan internal organisasi (anggota-anggotanya) dan keluar organisasi atau komunikasi dalam pengimplementasian suatu organisasi tersebut kedalam lingkungan sangat berperan penting. Karena, dengan dibangun dengan komunikasi yang baik, maka sebuah organisasi akan menjadi solid dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pun akan berjalan dengan lancer karena masing-masing anggota telah mempunyai sebuah chemistry tersendiri dengan rekan-rekan organisasi lainnya.

ORGANISASI YANG INGIN SAYA DIRIKAN

Saya ingin mendirikan organisasi Pelestarian Lingkungan yang bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.


Senin, 30 Maret 2015

Kesenian Degung

Degung adalah gamelan khas tradisional dari Jawa Barat. Kata degung berasal dari akronim Deg ngadeg ka nu Agung (ngadeg artinya berdiri dan agung artinya megah). Selain itu, asal kata degung juga berasal dari tumenggung. Sebabnya, zaman dahulu musik ini sangat disukai oleh para pananggung(menak atau bangsawan). Misalnya saja Bupati Bandung R.A.A.Wiranatakusumah V yang suka mendokumentasikan beberapa lagu.Dalam Kamus susunan H.J Oosting (1879) kata degung berasal dari kata De Gong (bahasa Belanda) yang artinya penclon-penclon yang digantung.
Gamelan dengung yang berkualitas bagus terbuat dari bahan perunggu. Adapun gamelan yang memakai bahan besi dan kualitas yang lebih biasa (rendah) dimaksudkan agar gamelan bisa lebih terjangkau oleh masyarakat.

Adapun alat-alat degung adalah sebagai berikut :
1. Bonang, yang terbagi jadi 14 penclon. Mulai dari nada mi sampai nada la besar.
2. Cempres, Yang terbagi menjadi 14 belah nada. Dimulai dari nada mi kecil sampai nada la rendah.
3. Panerus, Bentuk dan jumlah nadanya sama dengan saron, hanya biasanya hanya berbeda oktafnya saja.
4. Jengglong, yang terbagi menjadi 6 bilah. Disimpan dengan cara digantung atau disimpan seperti bonang gamelan pelog (disimpan diatas benang).
5. Goong, awalnya hanya memakai gong besar, tetapi sekarang banyak yang memakai kempul seperti yang digunakan oleh gamelan pelog.
6. Suling, didalam gamelan degung, digunakan suling yang mempunyai 4 lubang.
7. Kendang, fungsi kendang adalah sebagai pengatur ritme.

Gamelan degung sekarang sering dipakai untuk mengiringi lagu-lagu non klasik dalam acara-acara hajatan. Pola lagu yang dibawakan banyak yang mengadaptasi pola kliningan. misalnya gending, catrik, kulu-kulu, Cirebonan, Banjaran, dan Jipang lontang.
Hal yang ironis yaiu kurangnya minat generasi muda untuk melestarikan budaya ini, dan malah lebih dibesarkan oleh pihak asing. Maka dari itu, perlu adanya perhatian dari generasi muda supaya budaya-budaya di seluruh Indonesia tetap dilestarikan. Bukan hanya kesenian degung dari Jawa Barat, tetapi kesenian-kesenian dari berbagai daerah lainnya. Agar tidak ada lagi kesenian khas daerah dari Indonesia yang punah atau malah diakui oleh negara lain.

Sabtu, 07 Februari 2015

Pascal

Pascal adalah salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi yang diciptakan oleh professor Niklaus Wirth pada tahun 1971 dengan nama pascal yang adalah nama seorang maematikawan asal prancis yang pertama kali menciptakan alat penghitung.

Bahasa pemrograman pascal memiliki susunan sintaks yang terstruktur. Penulisan program dapat dibagi-bagi kedalam beberapa prosedur dan fungsi.

Untuk anda yang ingin belajar bahasa pemrograman Pascal. Berikut saya berikan link untuk mendownload compiler pascal yang bernama Free Pascal Compiler.


FreePascal Homepage      |     DropBox


Terima Kasih. 


Program Menu dalam COBOL

Dalam kesempatan ini saya akan mencoba untuk membahas sebuah program menu pada bahasa pemrograman COBOL. Langsung saja, kodingan programnya adalah sebagai berikut :



Setelah kita membuat koding program cobol seperti gambar diatas, kemudian disave dengan ekstensi .cob dan compile dengan cobol compiler. Bila penulisan program sudah benar, maka akan muncul pesan sebagai berikut :

Dan jika telah muncul pesan “no errors or warnings” maka program telah siap untuk dijalankan. Untuk menjalankan programnya ketikkan perintah runcob namafile yang berekstensi .cob. dan akan muncul menu utama  sebagai berikut :


Gambar diatas dihasilkan dari koding dibawahnya. Bisa dilihat bahwa menu itu dideklarasikan didalam screen section dan diatur dengan fungsi Line & Column untuk mengaur letaknya. Setelah itu, untuk membuat tulisannya menjadi berwarna digunakan foreground. Dan jika ingin memberi background maka bisa ditambahkan fungsi background beserta warnanya. Pada tulisan main menu, ditambahkan fungsi underline agar hurufnya diberi garis bawah. Dan selanjutnya hanya diberi foreground dan background dengan nomor warna yang berbeda.
Didalam baris koding terakhir diatas, ada perintah “masukkan pilihan” yang akan disimpan didalam variabel PIL.
Kemudian, variabel ini nilainya akan dicek menggunakan statement kondisi sebagai berikut :

 Jika nilai PIL adalah 1, maka akan menuju prosedur A, atau jika PIL adalah 2, maka akan menuju prosedur B, jika nilai PIL 3 maka akan menuju prosedur C, dan jika selain itu maka akan menuju prosedur D.
Misalkan didalam pilihan menu utama kita masukkan selain dari 1 sampai 3, maka program akan menuju prosedur D. dimana prosedur D akan menampilkan pesan sebagai berikut :

Sesuai dengan yang dibuat didalam screen section, pesan yang disampaikan adalah “PILIHAN TIDAK TERSEDIA”. Dan jika pilihannya adalah 1, maka akan menuju program segitiga berlubang sebagai berikut :

 Program ini akan membuat sebuah segitiga berlubang seperti gambar diatas. program ini adalah hasil dari prosedur A yang kodingnya adalah sebagai berikut :
 Dalam prosedur A ini, akan diminta untuk memasukkan angka yang akan disimpan didalam variabel ANGKA. Setelah itu, program akan menentukan nilai awal masing-masing variabel.
-          AWAL = 1
-          BARIS = ANGKA
-          SPASI = 0
-          ALAS = ANGKA – 1
-          SPASI2 = 0
Didalam contoh gambar diatas, kita masukkan angkanya adalah 10. Berarti nilai dari variabel angka adalah 10 dan nilai BARIS adalah 10. Nilai dari ALAS adalah ANGKA – 1 berarti 9. Setelah itu ada DISPLAY SPACE yang berfungsi untuk memindahkan ke baris selanjutnya.
Kemudian akan menuju ke prosedur A1. Didalam prosedur A1 ini, akan dilakukan prosedur spas sebanyak baris times. Prosedur spas adalah untuk mencetak spasi. Setelah itu, program akan melanjutkan baris selanjutnya yaitu mencetak bintang “ *” kemudian akan menuju ke prosedur BINT. Didalam prosedur bint ada perintah untuk mengerjakan prosedur spas sebanyak spasi2 kali. Karena nilai dari spasi2 masih 0, berarti tidak akan mencetak spasi dan program akan menuju ke baris berikutnya dan mengecek apakah nilai dari awal = alas. Jika ya maka program akan mengerjakan prosedur A2 dan melewati prosedur CEK. Jika tidak, maka program akan masuk ke prosedur CEK dan akan menambahkan nilai-nilai dari variabel.
AWAL = AWAL + 1 : sehingga nilai awal sekarang adalah 2.
BARIS = BARIS + 1 : Nilai baris dikurangi 1 menjadi 9.
SPASI = SPASI + 2 : Sehingga nilai dari SPASI sekarang adalah 2.\
SPASI2 = SPASI – 2 : Nilai dari SPASI adalah 2 dikurangi 2 sehingga nilai SPASI2 akan tetap 0.
Kemudian program akan kembali ke prosedur A1 dan akan mengerjakannya kembali sampai nilai AWAL = ALAS. Bila nilainya sudah sama maka program akan menuju prosedur A2 untuk mencetak alas atau baris terakhir dari barisan bintang dan akan membentuk seperti alas segitiga.
Kemudian, bila input yang kita masukkan didalam menu utama adalah 2, maka program akan menuju ke array matriks sebagai berikut :
 Kodingannya adalah prosedur B sebagai berikut :
 Didalam program ini, diketahui nilai N = 4, dan nilai M=1. Kemudian akan dilakukan prosedur B1 sebanyak N yang mana nilai N adalah 4. Prosedur B1 adalah untuk menginput data yang akan dijadikan elemen matriks. Pada bagian display Y(m) adalah indeks dari matriks tersebut. Dimana setiap input nilai M akan ditambah 1 sehingga menjadi :

DATA KE-1 :
DATA KE-2 :
DATA KE-3 :
DATA KE-4 :
Karena nilai N hanya 4 berarti array ini maksimal hanya dapat menampung data sebanyak 4 buah. Setelah menginput keempat datanya, maka program akan berlanjut ke prosedur B2 untuk menampilkan kembali matriks tersebut dalam bentuk matriksnya.
Kemudian, jika pilihan yang kita masukkan adalah 3, maka program akan menuju ke prosedur C yaitu sebagai berikut :


Dan kemudian program pun akan keluar.